Kamera Terkecil di Dunia



KOMPAS.com - Kabar tentang DSLR berukuran mini dari Canon ternyata benar adanya. Kamera bernama resmi EOS 100D ini diperkenalkan perusahaan tersebut Kamis (21/3/2013) lalu.

Kamera yang di Amerika Serikat dijual dengan nama "Rebel SL1" ini diklaim sebagai DSLR paling kecil dan ringan. Dimensi fisiknya 117x91x69mm, dengan bobot 407 gram termasuk baterai.

EOS 100D 25 persen lebih kecil dan 28 persen lebih ringan dibandingkan salah satu pendahulunya, EOS 650D yang diluncurkan pertengahan tahun 2012 lalu.

Di dalamnya, EOS 100D dilengkapi sensor APS-C 18 megapixel dengan rentang sensitivitas ISO 100-12800 dan prosesor DIGIC 5. Layarnya berukuran 3 inci dan mendukung input touchscreen. Kamera dengan burst rate 4 FPS ini juga dilengkapi sistem AF 9-titik all-cross-type seperti pada EOS 650D.


Canon
Perbandingan ukuran EOS 100D (Rebel SL1),EOS 700D (Rebel T5i), dan kamera mirrorless EOS-M


Salah satu kelebihan utama yang ditekankan oleh Canon pada EOS 650D adalah kemampuan continuous AF dalam video dengan kombinasi contrast dan phase detect AF pada sensor "Hybrid CMOS AF II".

Untuk memanfaatkan kemampuan ini secara optimal diperlukan lensa dengan motor STM. Bersama EOS 100D, Canon pun turut merilis lensa baru EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM yang dilengkapi motor tipe tersebut.

EOS 100D dijadwalkan mulai tersedia pada April 2013 dengan harga eceran 650 dollar AS atau Rp 6,4 juta untuk versi body-only dan 800 dollar AS atau Rp 7,9 juta untuk versi kit dengan lensa EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM.

Lensa EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM sendiri bisa dibeli terpisah seharga 250 dollar AS atau Rp 2,5 juta.

Dalam kesempatan yang sama, Canon juga memperkenalkan kamera EOS 700D. Penerus EOS 650D ini memiliki spesifikasi yang mirip dengan pendahulunya itu, mencakup sensor 18 megapixel (ISO 100-12800), prosesr Digic 5, LCD putar 3 inci dengan touchscreen, burst rate 5 FPS, serta AF 9-titik all-cross-type.

EOS 700D akan mulai tersedia pada April 2013 dengan harga 750 dollar AS atau Rp 7,4 juta untuk versi body-only, 900 dollar AS atau Rp 8,8 juta rupiah untuk versi kit dengan lensa EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM, dan 1.100 dollar AS atau Rp 10,8 juta untuk versi kit dengan lensa EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS STM.

Robot Pembantu Pasien Demensia

    Para ilmuwan di Jepang mengembangkan robot pembantu orang-orang yang terkena demensia ringan dengan pengingat lisan tentang aktifitas-aktifitas seperti janjian pertemuan atau meminum obat.

Robot Pembantu Pasien Demensia

Robot tersebut dikembangkan oleh Pusat Rehabilitasi Nasional Orang-orang Cacat, Universitas Tokyo dan Institut Nasional Industri Maju Sains dan Teknologi, seperti yang diinformasikan oleh pejabat bersangkutan yang dilansir oleh PhysOrg pada tanggal 27 kemarin. Mereka berencana untuk menyiapkan robot-robot ini dalam waktu lima tahun.

Mesin tersebut dibuat berdasarkan robot berbentuk silinder yang tingginya sekitar 40 cm dan seberat 5 kg yang diproduksi oleh NEC Corp. Tim ilmuwan mengadaptasikan robot itu untuk melayani pasien-pasien demensia dengan memasang program percakapan baru.

Robot tersebut bisa mengenali wajah dan suara "majikannya", dan berbicara sesuai jadual yang ditentukan.

Mesin itu memanggil majikannya dengan mennyebut namanya dan mengingatkan hal-hal seperti "Bukankah hari ini anda akan pergi ke pusat layanan harian?" atau, "Orang yang menjemput anda akan segera datang. Mau ke kamar mandi?"

Jika robot tersebut mendengar bunyi bel pintu, robot itu mampu memberikan tanda kepada majikannya. Jika tak ada tanggapan, robot itu akan mengulangi perkataannya dan mencoba untuk mengambil perhatian majikannya dengan berkata, "Apakah anda mengerti?"

Tim ilmuwan meminta lima orang wanita yang tinggal di sebuah panti jompo untuk menggunakan robot tersebut selama 5 hari masa evaluasi. Menurut pembuat robot, mereka merespon dengan baik terhadap alat tersebut.

Sudah pasti teknologi ini menerapkan teori intelegensi buatan dan ini merupakan kabar baik bagi pasien-pasien demensia atau teman serta kerabat dekat pasien yang ingin menolong. Kita yang belum terkena (mudah-mudahan tidak) tak usah khawatir kalau di kemudian hari terserang demensia karena sudah ada yang bisa membantu. Semoga saja harganya bersahabat atau buat saja model lain yang lebih ekonomis tapi tetap berkualitas.

abcs